Prodi Psikologi Islam UIN Madura Dorong Pelajar Bangun Karakter dan Bijak dalam Pergaulan
- Diposting Oleh Admin Web PSI
- Sabtu, 15 Agustus 2026
- Dilihat 31 Kali
Pamekasan, 15 Agustus 2026 - Penguatan karakter dan kemampuan mengendalikan diri menjadi hal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan. Hal tersebut disampaikan Umarul Faruk, M.Psi., Dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Psikologi Islam UIN Madura, saat menjadi pemateri dalam seminar “Membangun Generasi Berakhlak Mulia: Penguatan Karakter dan Pencegahan Pergaulan Negatif di Kalangan Pelajar.”
Kegiatan yang dilaksanakan di Pesantren Al Fudhola’, Pamekasan, Sabtu (15/8/2026) tersebut dipelopori oleh mahasiswa KKN STIDKIS Al-Mardliyyah Pamekasan. Seminar diikuti sekitar 80 siswa SMP, SMA, dan SMK, serta dihadiri oleh para guru di lingkungan pesantren.
Dalam pemaparannya, Umarul Faruk menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas dan karakter. Pada fase ini, pelajar mulai mencari jati diri, membutuhkan penerimaan dari lingkungan, serta menghadapi berbagai pengaruh dari teman sebaya dan media sosial.
Dari perspektif psikologi, perilaku seseorang tidak terlepas dari hubungan antara pikiran, perasaan, lingkungan, dan pilihan. Apa yang sering dilihat, didengar, dan dilakukan secara berulang dapat membentuk kebiasaan dan karakter.
“Setiap keputusan yang kita ambil sebenarnya tidak terjadi begitu saja. Ada proses dari pikiran, perasaan, pengaruh teman dan lingkungan, kemudian sampai pada pilihan,” jelas Umarul Faruk.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menghadapi tekanan teman sebaya atau peer pressure. Menurutnya, keinginan untuk diterima kelompok terkadang membuat seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai dirinya.
“Teman dan lingkungan memang dapat memengaruhi kita, tetapi keputusan akhir tetap ada pada diri kita. Jangan sampai orang lain menentukan arah hidup kita,” pesannya.
Dalam perspektif Psikologi Islam, pembentukan karakter juga berkaitan erat dengan nilai spiritual dan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengetahui setiap perbuatan manusia. Akhlak, menurutnya, justru diuji ketika seseorang berada dalam kondisi tidak diawasi oleh orang lain.
Peserta juga diajak memahami bahwa perilaku negatif sering kali berawal dari hal kecil: coba-coba, diulang, menjadi kebiasaan, dianggap normal, hingga akhirnya sulit dihentikan. Untuk membantu pelajar mengendalikan diri, Umarul Faruk memperkenalkan konsep “PAUSE”, yaitu Periksa, Akibat, Untuk apa, Sesuai nilai, dan Eksekusi. Periksa apa yang akan dilakukan, pikirkan akibatnya, pahami untuk apa melakukannya, pastikan sesuai dengan nilai agama dan prinsip diri, kemudian pilih tindakan terbaik
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan refleksi mengenai pertemanan, media sosial, kebiasaan, serta pilihan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIDKIS Al-Mardliyyah Pamekasan turut berkontribusi dalam edukasi dan pembinaan generasi muda.
Seminar ditutup dengan pesan bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh cita-cita besar, tetapi juga oleh pilihan-pilihan kecil yang dilakukan setiap hari